post

Solskjaer Ungkap Alasan David de Gea Absen: Karena Masalah Pribadi, Belum Tahu Kapan Balik

Potatoqq – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer tak mau berbicara secara detail mengenai absennya David de Gea dalam laga kontra Crystal Palace, Kamis (4/3/2021) dini hari WIB.

Dalam laga ini, Solskjaer memasang Dean Henderson di bawah mistar gawang sejak menit pertama. Sementara itu, tak ada nama De Gea di daftar pemain cadangan yang dibawa United.

Henderson tampil cukup apik dan sempat menggagalkan peluang emas tuan rumah lewat aksi Patrick van Aanholt. Skor 0-0 pun menjadi hasil akhir dari laga ini.

Pengakuan Solskjaer

Ketika berbicara kepada MUTV sebelum laga dimulai, Solskjaer mengungkapkan alasan De Gea absen. “Itu [absennya De Gea] karena alasan pribadi,”

Seusai pertandingan, Solskjaer pun ditanya oleh Sky Sports mengenai kapan De Gea akan kembali ke tim. “Itu masalah pribadi. Ini akan memakan waktu.” jawabnya.

Setelah ini, Manchester United bakal menjalani laga akbar melawan Manchester City. Besar kemungkinan De Gea masih bakal absen dalam pertandingan tersebut.

Kegembiraan Solskjaer

Terlepas dari kegagalan timnya meraih poin penuh dari markas Crystal Palace, Solskjaer mengaku cukup senang dengan performa yang ditunjukkan Henderson.

“Itulah penjaga gawang Manchester United, terkadang Anda harus tetap berkonsentrasi. Dia tumbuh di posisi itu. Saya berterima kasih kepadanya untuk satu poin dan bukan nol.” puji Solskjaer.

Sumber: Sky Sports

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Membayangkan Liverpool Gagal Tembus Empat Besar Premier League: Buyar Tanpa Liga Champions!

Potatoqq – Hal yang tak terbayangkan sebelumnya kini benar terjadi. Liverpool, sang juara bertahan yang dikenal sangat tangguh, musim ini terseok-seok dan terlempar dari empat besar klasemen sementara Premier League.

The Reds memasuki musim 2020/21 ini dengan status juara bertahan. Jurgen Klopp berhasil menuntun timnya mengakhiri puasa 30 tahun musim lalu, gelar yang luar biasa.

Sayangnya, sekarang level Liverpool merosot drastis. Badai cedera jadi masalah utama, mereka melangkah terseok-seok sejak awal musim.

Sekarang Liverpool terlempar ke peringkat enam klasemen sementara, tertinggal sangat jauh dari puncak klasemen, bahkan harus berjuang menembus empat besar.

Andai situasi ini tidak berubah sampai akhir musim, Liverpool bakal jadi juara bertahan terburuk di Premier League.

Sulit dibayangkan

Kemungkinan Liverpool gagal menembus empat besar itu pun disinggung oleh analis Premier League, Paul Merson.

Dia tidak pernah menduga Liverpool akan kesulitan seperti sekarang. Dan jika sampai gagal bermain di Liga Champions musim depan, menurutnya situasi bakal sangat kacau.

“Saya tidak bisa menjelaskan betapa kacaunya andai Liverpool gagal menembus empat besar, itu masif. Liverpool tidak boleh gagal bermain di Liga Champions,” buk Merson kepada Sky Sports.

“Mungkin benar bertahun-tahun lalu Liverpool pernah gagal, tidak selalu tampil di Liga Champions setiap tahun. Namun, tim Liverpool yang sekarang ini sangat luar biasa dalam dua tahun terakhir, kecuali tiga bulan baru-baru ini.”

Rugi besar

Menurut Merson, andai benar Liverpool gagal mengamankan empat besar musim ini, segalanya bakal kacau balau. Pembangunan skuad Liverpool bisa kacau, kestabilan finansial pun jelas terganggu.

“Gagal menembus empat besar benar-benar tidak bisa dibayangkan. Di awal musim ini mereka masih merancang bujet untuk semua hal, untuk tiket musiman, untuk segalanya,” sambung Merson.

“Ada uang dari hak siar televisi di Liga Champions, ada hadiah uang jika berhasil lolos dari fase grup. Uang itu bisa digunakan untuk membayar gaji.”

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Hubungan Lacazette dan Arsenal Segera Berakhir

potatoqq – Arsenal dan strikernya yakni Alexandre Lacazette dikabarkan bakal berpisah pada musim panas 2021 nanti.

Lacazette sudah memperkuat Arsenal selama empat musim. Ia sebelumnya direkrut dari klub Prancis, Lyon.

Lacazette sempat menjadi penyerang utama. Posisinya tak tergoyahkan meski Arsenal memboyong Pierre-Emerick Aubameyang.

Kedua pemain itu malah kerap berduet. Akan tetapi setahun ini masa depannya di Emirates Stadium jadi tak menentu.

Arsenal dan Lacazette Siap berpisah
Alexandre Lacazette sempat diberitakan bakal cabut dari Arsenal pada musim panas sebelumnya. Ia disebut diminati oleh Atletico Madrid.

Namun pada akhirnya transfernya urung terjadi. Sebab tak ada dana yang mencukupi untuk melakukan transaksi tersebut.

Akan tetapi kini ia kemungkinan besar akan angkat kaki dari Arsenal pada musim panas 2021. Kabar tersebut dilontarkan oleh Football London.

Pasalnya kontraknya di Arsenal tersisa setahun. The Gunners pun disebut siap melepasnya dengan harga miring.

The Gunner sendiri membelinya dari Lyon dengan harga selangit. Mereka menghabiskan dana sekitar 46 juta pounds.

Kata Arteta Soal Lacazette
Sebelumnya manajer Arsenal Mikel Arteta sempat angkat bicara soal situasi kontrak Alexandre Lacazette. Ia mengatakan masalah kontrak itu kemungkinan baru akan dibicarakan dengan sang striker pada musim panas 2021 nanti.

“Kami akan berbicara pada musim panas dan membuat keputusan tentang apa yang akan terjadi. Kami belum membicarakan apa pun yang berkaitan dengan kontraknya,” ungkapnya.

“Saya senang dengan cara dirinya tampil, gol yang ia cetak dan bentuk serta energinya saat ini. Ia harus terus melakukan itu,” seru Arteta.

Selama di Arsenal, Alexandre Lacazette telah tampil sebanyak 157 kali di semua ajang kompetisi. Ia menghasilkan 59 gol dan 28 assist.

post

MU Lebih Dekat dengan Gelar Juara, Chelsea Masih Punya Banyak PR

potatoqq – Chelsea dan Manchester United harus puas bermain imbang 0-0 pada duel terakhir di Premier League akhir pekan lalu. Hasil ini mengindikasikan kedua tim berada di level yang sama.

Meski begitu, eks MU, Gary Neville, merasa skuad MU yang sekarang masih lebih matang daripada skuad Chelsea. Karena itulah dia percaya MU lebih dekat dengan trofi juara.

“Saya kira MU lebih dekat [jadi pesaing meraih gelar Premier League]. Menurut saya, Chelsea masih harus memperbaiki lini pertahanan mereka,” ujar Neville.

Bukan berarti Chelsea buruk, hanya butuh lebih banyak waktu karena baru memulai proyek baru bersama Thomas Tuchel. Neville merasa Chelsea masih butuh waktu.

Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Soal materi pemain
Neville mengakui kedua tim memiliki pemain-pemain top di level yang sama, tapi MU masih lebih matang karena sudah cukup lama bersama. Skuad Chelsea yang sekarang diisi banyak pemain baru.

“Saya kira Chelsea pun membutuhkan perkembangan para penyerang mereka – Havertz, Werner, Pulisic, Ziyech – ada pemain-pemain berbakat, tapi mereka harus bisa menyatu,” sambung Neville.

“Rashford masih lebih unggul dalam perkembangannya, juga masih ada Cavani, Pogba, Fernandes. Karena itulah saya merasa MU lebih terdepan.”

Terbukti di klasemen
Jarak kualitas MU dan Chelsea saat ini pun terbukti di klasemen. MU unggul di peringkat dua dengan 50 poin, Chelsea di peringkat llima dengan 44 poin. Selisih 6 poin inilah pembeda kualitas kedua tim saat ini.

“Dan kondisi di klasemen pun demikian, MU unggul 6 poin di depan. Meski begitu, Chelsea tidak butuh waktu lama untuk mencapai level tersebut,” sambung Neville.

“Ini soal siapa yang mendapatkan pembelian lebih baik di musim panas, pemain mana yang lebih berkembang, dan pelatih mana yang bisa memaksimalkan pemain mereka,” tutupnya.

post

Sikap Chelsea Setelah Ditahan Imbang Manchester United: Ikhlas, Lalu Melupakan

potatoqq – Hasil imbang yang diterima kala menghadapi Manchester United di ajang Premier League, Minggu (28/2/2021) dinihari tadi menjadi pil pahit buat Chelsea. Meski begitu, mereka tetap tegar dan menerima hasil yang ada.

Chelsea bertemu Manchester United di markasnya, Stamford Bridge, dengan harapan bisa keluar dengan raihan tiga poin. Sayangnya, pertandingan tersebut selesai dengan kedudukan imbang 0-0.

Tentu, klub berjuluk the Blues tersebut sudah berusaha untuk meraih kemenangan. Menurut catatan, mereka melepaskan 18 tembakan yang enam di antaranya menemui sasaran. Ini menunjukkan kalau Chelsea tampil lebih dominan.

Sayangnya, mereka harus berbagi poin dengan Manchester United. Tambahan satu angka tidak cukup buat mereka untuk menyalip West Ham dan menduduki posisi ke-4 di klasemen sementara Premier League musim ini.

Harus Menerima Hasil Imbang
Tuchel sendiri tidak bisa berbuat apa-apa. Ia percaya kalau Chelsea seharusnya mampu meraih kemenangan. Tapi pada akhirnya, pria asal Jerman tersebut harus menerima hasil yang ada.

“Kami memiliki peluang yang lebih baik dan bermain lebih tinggi di lapangan pada babak kedua. Pada akhirnya kami harus menerima hasil imbang dan clean sheet,” kata Tuchel, dikutip dari BBC Sport.

“Reaksi kami sangat bagus setelah jeda babak pertama. Kami meningkat dan menjadi lebih baik dengan catatan perebutan bola yang lebih tinggi. Kami mengejar kemenangan, tapi pada akhirnya tidak terjadi,” lanjutnya.

Seharusnya Bisa Menang
Tuchel meyakini kalau upaya Chelsea di laga ini sudah lebih dari cukup untuk meraih tiga poin. Apalagi mereka mampu meredam serangan balik yang selalu menjadi senjata utama Manchester United sejak dipegang Ole Gunnar Solskjaer.

“Pada level tertinggi, di beberapa titik, mungkuin dua peluang emas sudah cukup,” kata pelatih yang sebelumnya menukangi PSG beberapa bulan lalu.

“Jika anda tidak melakukannya, maka kami sudah cukup waspada dengan serangan balik dan kualitas Manchester United. Kami melakukan ini dan bertahan dengan baik. Ini usaha dan kualitas yang luar biasa. Kami menerima dan melupakannya,” pungkas Tuchel.

Laga berat lainnya sedang menanti Chelsea. Pada hari Jumat (5/3/2021) mendatang, Mason Mount dkk bakal bertandang ke markas Liverpool yang baru saja mendapatkan kemenangan di kandang Sheffield United.