post

Inter Milan Mulai Bermanuver untuk Daratkan Donny van de Beek

Potatoqq – Gosip ketertarikan Inter Milan terhadap Donny van de Beek nampaknya bukan pepesan kosong. Raksasa Serie A itu dilaporkan tengah mengupayakan transfer itu bisa terjadi di musim dingin ini.

Van de Beek sebenarnya baru saja berganti klub. Ia meninggalkan Ajax Amsterdam di musim panas kemarin untuk bergabung dengan Manchester United.

Namun di United ia tidak mendapatkan jam bermain yang memadai. Sehingga beredar kabar bahwa pemain Timnas Belanda itu tengah mencari klub baru di musim dingin nanti.

Calciomercato mengklaim bahwa Van de Beek berpotensi pindah ke Italia. Karena Inter Milan tengah mendekatinya saat ini.

Pengganti Eriksen

Menurut laporan tersebut, Van de Beek diproyeksikan menjadi pengganti Christian Eriksen.

Playmaker asal Denmark itu dilaporkan akan hengkang di musim dingin ini. Setelah ia tidak mendapatkan banyak jam bermain di Inter.

Antonio Conte membutuhkan pengganti yang sepadan dengan Eriksen dan Van de Beek dinilai bisa mengisi posisi itu.

Tawaran Inter

Menurut laporan tersebut, pihak Inter Milan sudah mengajukan tawaran ke Manchester United.

Mereka mengajukan tawaran barter pemain. Mereka akan menyerahkan Eriksen dan mereka meminta MU menyerahkan van de Beek.

Laporan itu menyebut bahwa tawaran Inter ini kemungkinan besar ditolak oleh MU karena mereka tidak tertarik menu

Dapat Kesempatan

Dalam konferensi persnya baru-baru ini, Solskjaer menegaskan bahwa Van de Beek masih masuk dalam rencananya.

Ia juga menyebut bahwa sang gelandang akan mendapatkan kesempatan yang ia butuhkan di MU.

(Calciomercato)

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Curhat Aubameyang Soal Performa Buruknya Musim Ini

Potatoqq – Pierre-Emerick Aubameyang akhirnya bicara soal kesulitannya beberapa bulan terakhir. Dia mengakui performanya buruk dan menyulitkan Arsenal, ada banyak faktor yang berpengaruh.

Aubameyang telah jadi pencetak gol utama Arsenal sejak tiba pada tahun 2018 lalu. Dia bahkan jadi top scorer Premier League dalam dua musim terakhir.

Namun, segalanya berjalan buruk bagi Aubameyang sejak awal musim 2020/21 ini. Performanya merosot jauh di bawah standar, sulit mencetak gol dan membuang banyak peluang.

Striker Gabon ini baru mencetak 3 gol dari 15 penampilan di Premier League, torehan buruk. Lalu bagaimana pembelaan Aubameyang?

Bagian dari sepak bola

Aubameyang tidak mau berdalih. Dia mengakui segalanya sulit sejak awal musim. Performanya buruk, dan tidak ada alasan yang cukup untuk itu. Dia hanya berjanji terus mencoba dan masih mencoba kembali ke level yang seharusnya.

“Sejak awal musim saya sudah sangat kesulitan, tapi saya kira inilah bagian dari sepak bola,” kata Aubameyang kepada Sky Sports.

“Kami berjuang keras di akhir musim lalu untuk menjuarai FA Cup dan untuk lolos ke Liga Europa, sebab itu sangat penting untuk klub.”

Masih positif

Aubameyang pun tetap yakin bisa mengakhiri momentum buruk ini dan kembali membantu Arsenal. Dia belum menyerah, masih berjuang memperbaiki performa dan membantu tim.

“Terkadang Anda mengalami masa-masa naik-turun dan Anda harus mengatasinya sebaik mungkin,” lanjut Aubameyang.

“Saya sudah mencoba yang terbaik, tapi sampai sekarang itu bukan performa terbaik saya.”

“Saya masih bersikap positif. Saya yakin bisa memperbaiki situasi.”

Momentum Arsenal

Setidaknya Aubameyang diuntungkan dengan kondisi tim yang mulai bangkit beberapa laga terakhir. Arsenal tengah dalam momentum positif, seharusnya performanya pun ikut naik.

“Saat ini kami tengah bermain dengan baik dan kami harus terus menjaganya. Jika bisa memenangi beberapa laga ke depan kami bisa membalikkan situasi,” sambung Aubameyang.

“Kami tidak terlalu jauh dari enam besar, jadi inilah momen untuk kembali ke persaingan,” tutupnya.”

Sumber: Sky Sports

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Saran untuk Pemain Termahal Arsenal: Jangan Malas, Nanti Dicadangkan

Potatoqq – Kesulitan Nicolas Pepe di Arsenal pun ikut dirasakan oleh mantan rekan setimnya, Loic Remy. Sebagai rekan, Remy menyarankan Pepe untuk terus bekerja keras dari hari ke hari, tidak ada waktu bermalas-malasan.

Remy dan Pepe pernah bermain bersama di Lille selama satu musim, sebelum akhirnya Pepe hengkang ke Arsenal pada musim panas 2019 lalu. Karena itulah Remy memahami betul potensi Pepe.

Sayangnya sampai sekarang Pepe belum juga memenuhi ekspektasi. Performanya masih angin-anginan, bahkan cenderung di bawah harapan, kritik pun menyerang.

Tidak ada hari malas

Remy meyakini Pepe sekarang sudah sangat memahami perbedaan membela Arsenal dengan saat masih di Lille. Arsenal merupakan salah satu raksasa Inggris, klub besar dengan sejarah besar.

“Dia pernah tampil impresif di Lille dan saat itu dia adalah pemain terbaik dalam tim mereka. Lalu, ketika dia perlu mengambil langkah berikutnya, ekspektasinya sangat tinggi,” kata Remy kepada Goal.

“Dia tidak boleh satu hari saja sampai terlambat atau bermalas-malasan. Intensitas di klub besar memang seperti itu.”

Mudah digusur

Lebih lanjut, Pepe pun tidak bisa bersantai-santai seperti saat masih di Lille. Tidak ada jaminan dia bakal terus jadi starter di Arsenal, main buruk berarti turun ke bangku cadangan.

“Anda tidak bisa mengeluh dan tidak banyak waktu untuk beradaptasi. Anda tidak akan selamat dengan kesalahan-kesalahan seperti saat membela klub yang lebih kecil.”

“Akan selalu ada pemain di bangku cadangan yang siap mengambil tempat Anda. Mereka akan berlatih keras untuk menggantikan Anda, itulah perbedaan besar antara klub besar dan klub kecil.”

Kesulitan tim

Meski begitu, Remy meyakini Pepe tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Arsenal sebagai tim pun kesulitan sejak awal musim, wajar jika Pepe pun tidak bisa menunjukkan performa terbaiknya.

“Soal Pepe, seluruh tim menghadapi musim sulit. Arsenal tetaplah Arsenal, jadi saya kira mereka akan kembali meraih hasil apik meski tidak ada laga mudah di Premier League,” tandas Remy.

Sumber: Goal

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Manchester United Intip Peluang Dapatkan Paulo Dybala

Potatoqq – Saga transfer Paulo Dybala memasuki babak baru. Striker Juventus itu diberitakan masuk dalam radar transfer Manchester United.

Dybala merupakan salah satu pemain kunci Juventus. Striker asal Argentina itu menjadi pemain yang menjadi mesin gol Juventus dalam lima tahun terakhir.

Striker 27 tahun itu saat ini memasuki 18 bulan terakhir kontraknya di Juventus. Pihak Juventus diberitakan sudah menawarkan kontrak baru kepada sang striker, namun ia masih enggan meneken kontrak baru.

Tuttosport mengklaim bahwa situasi Dybala ini dipantau Manchester United. Pihak Setan Merah dilaporkan tertarik untuk memboyong sang striker.

Simak situasi transfer Dybala di bawah ini.

Incaran Lama

Menurut laporan tersebut, Manchester United sudah cukup lama meminati Dybala.

Sang striker masuk dalam radar transfer MU di tahun 2019. MU sempat mencoba memboyong sang striker, namun karena satu dan dua hal transfer itu batal terlaksana.

MU diberitakan masih membutuhkan striker baru, sehingga mereka tertarik merekrut sang striker.

Harga Mahal

Menurut gosip yang beredar, Juventus mematok mahar transfer yang tinggi untuk Dybala.Menurut laporan itu, MU harus menebus sang striker di angka 100 juta Euro di musim panas nanti.

Juventus menilai bahwa sang striker layak dihargai mahal karena kontribusinya yang besar dan juga usianya yang masih muda.

MU kemungkinan besar menolak harga ini karena mereka menilai harga itu terlalu mahal.

Buka Opsi Barter

Menurut laporan tersebut, Juventus membuka opsi untuk barter pemain.

Mereka siap menukarkan Dybala dengan Paul Pogba.

(Tuttosport)

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Elkan Baggott Tidak Bisa Bermain di MU Karena Bela Timnas Indonesia U-19, Benarkah Demikian?

Potatoqq – Sebuah gosip transfer dahsyat beredar beberapa hari terakhir. Salah satu penggawa Timnas Indonesia U-19, Elkan Baggott digosipkan masuk dalam radar transfer Manchester United.

Ya, kabar itu pertama kali dihembuskan akun @risingballers di Instagram. Akun itu mengabarkan bahwa Baggott saat ini mengundang perhatian sejumlah klub besar Inggris, termasuk Manchester United.

Baggott merupakan pemain keturunan Indonesia yang beberapa bulan lalu dipanggil Shin Tae-yong untuk mengikuti TC Timnas Indonesia U-19. Ia tercatat sudah mengoleksi dua penampilan bersama skuat Garuda Muda.

Pertanyaan besar yang beredar mengenai gosip transfer ini adalah, apakah Baggott bisa memperkuat Manchester United?

Aturan Ketat FA

Mengapa Baggott dipertanyakan bisa membela Manchester United, karena FA punya persyaratan yang ketat untuk pemain non Eropa untuk bermain di Premier League.

Berdasarkan aturan ‘Work Permit’ yang dikeluarkan FA, pemain-pemain non Eropa yang bisa bermain di Premier League adalah mereka yang berasal dari negara yang memiliki rangking FIFA paling kecil peringkat 70 dalam dua tahun terakhir.

Meski berasal dari negara yang berada di 70 besar peringkat FIFA, bukan berarti mereka bisa langsung mendapatkan ijin kerja. Karena FA menuntut pemain tersebut memiliki jumlah caps tertentu di Timnas masing-masing selama 24 bulan terakhir, di mana untuk mereka yang berada di peringkat 31-50 harus bermain di 75% pertandingan yang dimainkan Timnasnya.

Tidak Memenuhi Syarat

Jika dilihat dari persyaratan itu, maka Baggott tidak bisa bermain di Premier League. Mengapa demikian?

Karena Indonesia di rangking FIFA tidak pernah masuk dalam 70 besar dalam dua tahun terakhir. Boro-boro 70 besar, menembus 100 besar saja tidak pernah dalam dua tahun terakhir.

Selain itu jumlah caps Baggott di Timnas U-19 baru dua, sementara Timnas U-19 sudah bermain lebih dari 10 kali dalam dua tahun terakhir. Jadi secara persyaratan ini, Baggott seharusnya tidak bisa bermain di klub EPL seperti Manchester United.

Aturan Homegrown

Namun kabar baiknya adalah Baggott ternyata bisa bermain di Premier League meski rangking Indonesia di peringkat FIFA tidak menembus 70 besar. Itu karena aturan homegrown.

Jadi di Inggris, setiap klub diwajibkan memiliki pemain homegrown. Pemain yang masuk dalam kriteria ini adalah mereka yang sudah berada di klub atau akademi klub selama tiga tahun sebelum berusia 21 tahun.

Baggott sendiri sudah membela Ipsiwich Town sejak tahun 2014 silam. Ia sudah total 3,5 tahun membela tim berjuluk The Tractor Boys, sehingga ia sudah masuk dalam kategori home grown, mengingat ia saat ini masih berusia 18 tahun. Jadi ia memenuhi syarat untuk bermain di klub-klub Premier League seperti Manchester United.

Contoh Kasus

Salah satu contoh pemain yang memiliki kondisi yang mirip seperti Baggott adalah kiper Timnas Filipina, Neil Etheridge.

Etheridge sebenarnya merupakan pemain kelahiran Inggris dan ia juga sempat membela Timnas Inggris U-16. Namun pada tahun 2008 ia menerima ajakan untuk berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Filipina, dari garis keturunan ibunya.

Sebelum bergabung dengan Cardiff City, Etheridge memang tidak pernah bermain di EPL. Ia hanya bermain di Championship dan Division One.

Ketika Cardiff City promosi ke EPL pada tahun 2017, Etheridge seharusnya tidak bisa didaftarkan jadi pemain karena ia membela Timnas Filipina yang notabene berada di luar peringkat 70 besar FIFA.

Namun karena Etheridge sempat menimba ilmu selama tiga tahun di akademi Chelsea, maka ia memperoleh status pemain home grown. Sehingga ia bisa didaftarkan jadi kiper Cardiff saat itu.

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Manchester United Ternyata Masih Ingin Rekrut Jack Grealish

Potatoqq – Raksasa Premier League, Manchester United rupanya masih belum mau memalingkan radar mereka dari gelandang andalan Aston Villa yang tampil impresif pada musim ini, Jack Grealish.

Grealish sejatinya bukan target baru bagi United. Sepanjang jendela transfer musim panas kemarin, Setan Merah juga gencar dikaitkan dengan pemain 25 tahun tersebut.

Namun, United memilih untuk merekrut Donny van de Beek dari Ajax. Grealish pun akhirnya memutuskan bertahan di Aston Villa dengan memperpanjang kontraknya hingga 2025 mendatang.

Ketertarikan Manchester United

Setelah rumor ketertarikan United terhadap Grealish sempat meredup, kini Daily Mail mengabarkan bahwa kubu Setan Merah ternyata masih kepincut gelandang tim nasional Inggris tersebut.

Meski pada musim panas kemarin United menolak untuk menebus banderol mahal yang disematkan Villa terhadap Grealish, tetapi United masih mengarahkan target mereka pada sang gelandang.

Salah satu penyebab utama mengapa United masih belum menyerah untuk mengejar Grealish adalah performa Van de Beek yang sejauh ini masih angin-anginan.

Performa Impresif Grealish

Musim ini Grealish tampil luar biasa bersama Aston Villa. Dari 15 pertandingan yang sudah dilakoni di semua kompetisi, Grealish tercatat menyumbang enam gol dan enam assist.

Grealish pun menjadi salah satu sosok kunci mengapa Aston Villa bisa tampil mengejutkan di awal musim ini, dan sejauh ini menduduki peringkat lima di klasemen.

Sumber: Daily Mail

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Apa Kabarnya Para Pemain yang Direkrut Sir Alex Ferguson di MU Bareng Rooney pada 2004 Silam?

Potatoqq – Sir Alex Ferguson memboyong lima pemain saja ke Manchester United pada bursa transfer musim panas 2004-05 silam dan salah satunya adalah Wayne Rooney.

Pada musim 2003-04 sebelumnya, Ferguson gagal membawa Setan Merah meraih gelar juara di liga. United cuma finis di posisi ketiga di Premier League.

Di Piala Liga mereka terhenti di babak keempat. Sementara di Liga Champions langkah mereka terhenti di babak 16 besar.

Mereka cuma bisa meraih gelar di pentas FA Cup. Plus juara di ajang Community Shield.

Ferguson pun berusaha untuk membawa United tampil lebih baik di musim berikutnya. Salah satu caranya adalah dengan memboyong pemain baru pada musim panas.

Manajer legendaris asal Skotlandia itu kemudian memboyong Wayne Rooney dari Everton. Ia direkrut dengan bandrol sekitar 25 juta pounds saat itu.

Bandrol tersebut menjadi bandrol termahal yang pernah dibayarkan sebuah klub untuk pemain di bawah usia 20 tahun. Rooney sendiri saat itu masih berusia 18 tahun.

Selain Rooney, ada beberapa pemain lain yang juga direkrut Ferguson pada musim panas 2004 itu. Mereka adalah Gerard Pique, Alan Smith, Liam Miller, dan Gabriel Heinze.

Wayne Rooney

Di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, Wayne Rooney berkembang menjadi seorang penyerang kelas dunia. Ia mencetak ratusan gol dan membantu Manchester United meraih banyak gelar juara.

Rooney kemudian cabut dari Old Trafford pada tahun 2017. Ia memutuskan kembali ke mantan klubnya, Everton. Namun ia cuma bertahan semusim di klub semenjana tersebut.

Pada tahun 2018, Rooney memutuskan melanglang buana ke MLS. Ia bermain bareng klub DC United.

Pada Januari 2020, Rooney memutuskan balik ke Inggris. Kali ini ia gabung klub divisi Championshio, Derby County. Di sana ia berstatus sebagai pemain sekaligus pelatih.

Rooney sendiri akhirnya menjadi pelatih tunggal di klub tersebut. Ia menggantikan Phillip Cocu yang dipecat sebelumnya.

Gerard Pique

Gerard Pique tumbuh besar di akademi Barcelona. Manchester United kemudian mencomotnya namun jarang memberikannya kesempatan bermain.

Ia kesulitan bersaing dengan para pemain senior di klub tersebut. Sebut saja Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic. Bahkan Wes Brown.

Pique kemudian pulang ke Barcelona pada Mei 2008. Setahun kemudian ia meraih trofi pertamanya bersama Blaugrana, yakni trofi Copa del Rey.

Setelah itu, Pique terus menjadi pilar kepercayaan lini belakang Barcelona. Ia membantu klub Catalan itu meraih banyak gelar juara.

Saat ini usianya sudah mencapai 33 tahun. Ia memang sudah tak seperti dahulu, namun masih tetap jadi andalan Barcelona. Ia terikat kontrak dengan Blaugrana hingga tahun 2024.

Alan Smith

Pemain yang bisa beroperasi sebagai gelandang muapun striker ini hanya memperkuat Manchester United. Ia memang cukup sering bermain di skuat MU.

Setelah itu ia pindah ke Newcasle United pada tahun 2007. Ia mendapat kesempatan main lebih banyak bersama The Magpies.

Ia sempat dipinjamkan ke MK Dons pada tahun 2012, sebelum akhirnya dilepas secara permanen ke klub tersebut. Pada tahun 2014, ia pindah ke Notts County.

Pada tahun 2018, Alan Smith memutuskan untuk gantung sepatu. Ia menyerah bermain bola akibat cedera engkel yang dialaminya.

Saat ini, ia tinggal di Orlando, Florida, Amerika Serikat. Ia menjadi pelatih di XL Soccer World Academy.

Liam Miller

Pemain asal Irlandia ini cuma memperkuat Manchester United selama dua tahun saja. Namun pada tahun 2005, ia sempat dipinjamkan ke Leeds United.

Pada tahun 2006, ia ditransfer ke Sunderland. Ia sempat dipinjamkan ke QPR pada tahun 2009 sebelum akhirnya pindah permanen ke Hibernian.

Setelah itu, ia sempat pindah ke Australia dan memperkuat Perth Glory pada tahun 2011 hingga 2013. Ia kemudian hijrah ke Brisbane Roar dan Melbourne City.

Pada tahun 2015, Liam gabung dengan Cork City. Setelah itu ia pindah lagi ke Wilmington Hammerheads pada awal tahun 2016. Klub asal Amerika itu adalah klub terakhirnya sebagai pesepakbola aktif.

Pada tahun 2017, Liam sempat beralih profesi sebagai asisten pelatih di klub Real Monarchs. Namun pada bulan November, ia hengkang untuk mengobati penyakit kanker pankreas yang dideritanya.

Ia sempat menjalani kemoterapi di Amerika sebelum balik ke tanah kelahirannya di Irlandia. Sayanya, ia kalah dalam pertempurannya dengan penyakitnya tersebut. Liam Miller kemudian meninggal dunia pada tahun 2018 lalu.

Tepatnya, ia meninggal pada tanggal 9 Februari, hanya berselang empat hari setelah ulang tahunnya yang ke-37. RIP Liam Miller.

Gabriel Heinze

Pemain asal Argentina ini sempat menjadi pemain andalan Manchester United di lini belakang. Namun ia dijual oleh Sir Alex Ferguson pada tahun 2007.

Penyebabnya, ia bentrok dengan Ferguson. Heinze sempat meminta ditransfer ke Liverpool. Namun pada akhirnya ia malah dilepas ke Real Madrid.

Heinze cuma memperkuat Madrid selama dua tahun saja. Pada tahun 2009, ia dijual ke klub Prancis, Ligue 1. Lagi-lagi di sini ia cuma bertahan dua tahun saja.

Kali ini ia dilepas ke klub Italia, AS Roma. Ia cuma bermain semusim saja sebelum akhirnya pulang balik ke Argentina untuk bermain bagi klub pertama dalam karir profesionalnya, Newell’s Old Boys.

Heinze kemudian gantung sepatu pada tahun 2014. Setelah itu ia beralih profesi sebagai pelatih. Klub pertama yang ia tangani adalah Godoy Cruz. Ia menukangi klub tersebut sejak musim panas 2015.

Setahun kemudian, ia pindah ke Argentinos Junior. Usai mengundurkan diri, pada akhir 2017 ia pindah ke Velez Sarsfield, namun ia cuma bertahan di sana dua tahun saja.

Terbaru, pada 18 Desember 2020 kemarin, ia menerima pinangan klub MLS, Atlanta United. Heinze dikontrak selama dua musim.

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Bukan Pogba, ini Pemain yang Paling Cocok Dibarter Dengan Dybala

potatoqq – Eks pelatih Juventus Fabio Capello mengatakan Paulo Dybala tidak layak ditukar dengan Paul Pogba tapi dengan Harry Kane.

Dybala sempat menjadi ujung tombak andalan Juventus. Akan tetapi sejak kedatangan Cristiano Ronaldo, ia tersisihkan ke bangku cadangan.

Di era Andrea Pirlo ini, pemain Argentina itu tampaknya makin sering tersisihkan. Maka dari itu, timbul spekulasi bahwa Dybala akan segera cabut dari Juventus.

Beberapa klub sudah dikaitkan dengan Dybala. Di antaranya PSG, Manchester United, dan Bayern Munchen.

Dybala Mirip Savicevic
Di mata Fabio Capello, Paulo Dybala adalah sosok pemain yang sebenarnya sangat top. Ia disebutnya punya visi yang ciamik, skill olah bola oke dan insting gol yang tajam.

Capello mengaku, sosok Dybala ini mengingatkannya pada legenda sepak bola Montenegro yang pernah bermain di AC Milan, Dejan Savicevic.

“Paulo mengingatkan saya pada Savicevic. Ia juga lebih suka memulai dari kanan. Ia memiliki visi yang hebat dan kemampuan menggiring bola yang istimewa,” pujinya pada Gazzetta dello Sport.

“Ia memiliki kekuatan besar di tubuh bagian bawah untuk menghindari tekel. Dybala lebih baik dalam penyelesaian akhir, sementara Dejan lebih seorang asisten. Ia melakukan umpan cepat. Yah, mungkin Dybala sedikit lebih individualistis,” tutur Capello.

Ogah Tukar Dybala Dengan Pogba
Kabar kepindahan Paulo Dybala ke Manchester United cukup santer terdengar. Sebab kabarnya ia akan dijadikan tumbal oleh Juventus agar bisa memuluskan transfer Paul Pogba.

Kabar ini belum tentu kebenarannya. Namun jika seandainya kabar itu akurat, Fabio Capello menentang rencana tersebut.

Sebab menurutnya Dybala tak cocok ditukar dengan Pogba. Dikatakannya, pemain asal Argentina itu lebih cocok ditukar dengan bomber Tottenham, Harry Kane.

“Kubilang saya tidak akan menukar Dybala untuk mendapatkan Pogba. Jika saya bisa, saya akan menukarnya dengan striker Inggris Tottenham Harry Kane,” cetus Capello.

Paulo Dybala sendiri sebelumnya dikabarkan mungkin akan segera meneken kontrak baru di Juventus. Sebab menurut Presiden Bianconeri yakni Andrea Agnelli, Dybala sudah menerima proposal kontrak baru dari klub.

post

Manchester City Terdampak Covid-19, MU Bisa Menang WO di Carabao Cup?

Potatoqq – Ajang Carabao Cup bakalan menyajikan pertandingan seru yang mempertemukan dua klub raksasa, Manchester United dan Manchester City. Kedua tim bakalan berhadapan di Old Trafford pada Kamis (7/1/2021) mendatang.

Kedua tim bertemu di babak semifinal. Sebagai informasi, pada musim kemarin, Manchester United dan Manchester City juga berhadapan pada fase yang sama di Carabao Cup.

Manchester City tidak menemui kesulitan membekukkan klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer tersebut. Mereka keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1 berkat gol dari Bernardo Silva, Riyad Mahrez, serta gol bunuh diri Andreas Pereira.

Ini adalah kesempatan besar buat Manchester United untuk membalas kekalahan di musim kemarin. Apalagi, performa the Citizens belakangan ini kurang meyakinkan. Di Premier League, mereka sedang terdampar di papan tengah klasemen.

Masalah Covid-19 di Tubuh City

Baru-baru ini, Manchester City dirundung masalah dengan sejumlah pemain dan stafnya terjangkit Covid-19. Kasus ini membuat laga kontra Everton yang seharusnya digelar pada Selasa (29/12/2020) dinihari tadi harus ditunda.

Manchester City memberikan pengumuman soal kasus ini lewat situs resminya. Selain itu, klub besutan Josep Guardiola tersebut juga langsung menutup tempat latihan agar virus tidak semakin menyebar.

Kabar ini tidak hanya berdampak pada laga kontra Everton saja. Pertandingan melawan Chelsea yang rencananya digelar pada akhir pekan ini terancam ditunda. Pun demikian dengan laga kontra Manchester United di Carabao Cup.

Bisa Menang WO?

Kasus serupa juga pernah ditemui Tottenham di babak keempat Carabao Cup. Kala itu sang lawan, Leyton Orient, memiliki banyak pemain yang terjangkit Covid-19 sehingga tidak bisa menjalankan pertandingan.

Lantas, penyelenggara kompetisi memberikan kemenangan WO terhadap Tottenham. Alhasil klub asuhan Jose Mourinho itu bisa melaju hingga ke babak semifinal, di mana mereka akan bertemu dengan Brentford.

Sayang, MU takkan mendapatkan keistimewaan yang sama. Sebab aturan kemenangan WO karena Covid-19 hanya berlaku sampai pada babak keempat saja. Artinya, jika City tidak bisa bermain pekan depan, pertandingan bakal dijadwal ulang.

Masih ada waktu untuk melakukan pertandingan tunda. Sebab pihak penyelenggara telah memundurkan jadwal laga final, yang awalnya digelar pada bulan Februari 2021, hingga bulan April 2021.

(Daily Star)

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Jeniusnya Arteta! Arsenal Sukses Buat Chelsea Terlihat Biasa Saja

Potatoqq – Arsenal berhasil mengalahkan Chelsea dalam ajang Premier League. Mantan striker Inggris Alan Shearer menyebut The The Gunners berhasil membuat The Blues terlihat seperti tim biasa-biasa saja.

Arsenal menerima kunjungan Chelsea pada pekan ke-15 Premier League di Emirates Stadium, Minggu (27/12/2020) dini hari WIB. Duel Derbi London ini dimenangkan oleh The Gunners dengan skor 3-1.

Tuan rumah meraih kemenangan berkat gol-gol Alexandre Lacazette (34′-pen), Granit Xhaka (44′), dan Bukayo Saka (56′). Sementara Chelsea cuma bisa membalas melalui Tammy Abraham pada menit ke-85.

Hasil ini membuat Arsenal kembali ke jalur kemenangan. The Gunners sebelumnya tidak pernah menang dalam tujuh pertandingan terakhirnya di Premier League.

Arsenal kini menghuni posisi ke-14 dengan koleksi 17 poin. Sementara Chelsea ada di urutan keenam dengan 25 poin.

Chelsea Terlihat Biasa Saja

Shearer memuji perubahan taktik yang dilakukan Arteta saat mengalahkan Chelsea. Menurutnya, hal itu mampu membuat Chelsea terlihat seperti tim yang biasa-biasa saja.

“Saya katakan Arsenal bisa turun dan mereka mungkin terdegradasi jika Mikel Arteta terus bermain di tim yang sama. Dia membuat perubahan dan dia harus melakukannya,” kata Shearer kepada Match of the Day.

“Mereka membuat Chelsea terlihat biasa dan itu jauh, jauh lebih baik. Para pemain muda membawa energi ke tim. Chelsea sangat buruk, sama sekali tidak cukup bagus. Mereka hanya tampil bertarung selama dua atau tiga menit terakhir.”

Chelsea Kurang Kreativitas

Shearer juga menyoroti penampilan Chelsea saat melawan Arsenal. Menurutnya, tim asuhan Frank Lampard kurang kreativitas.

“Chelsea kurang kreativitas. Baru pada menit ke-85 mereka melakukan upaya tepat sasaran. Ada kurangnya intensitas di sepertiga akhir. Timo Werner diseret di babak pertama.”

Sumber: BBC

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif