post

Jelang Chelsea vs Luton, Lampard Berikan Kabar Terbaru Kondisi Giroud & Kante

Potatoqq – Manajer Chelsea Frank Lampard memberikan kabar terbaru mengenai kondisi Olivier Giroud dan N’Golo Kante jelang pertandingan melawan Luton Town pada ajang FA Cup.

Giroud bermain selama 75 menit saat Chelsea menantang Fulham di Craven Cottage. Pertandingan tersebut dimenangkan The Blues dengan skor 1-0.

Namun, striker 34 tahun itu melewatkan pertandingan melawan Leicester City. Giroud absen di King Power Stadium karena menderita cedera pergelangan kaki.

Chelsea mendapat kabar baik tentang kondisi Giroud jelang pertandingan melawan Luton Town, Minggu (24/1/2021). Setelah berkutat dengan cedera ringan, mantan pemain Arsenal itu kini dinyatakan sudah pulih sepenuhnya.

Giroud Sudah Fit

Lampard mengatakan Giroud sudah kembali berlatih dengan tim utama Chelsea. Kini sang pemain tersedia untuk pertandingan melawan Luton Town.

“Olivier sudah fit. Dia berlatih bersama kami hari ini dan dia dalam kondisi siap untuk akhir pekan,” kata Lampard di situs remi klub.

Kante Belum Tersedia

Sementara itu, N’golo Kante masih belum fit dan tidak tersedia. Lampard berharap sang gelandang bisa bergabung kembali dengan rekan satu timnya minggu depan.

“N’Golo masih belum fit dan tidak akan tersedia,” lanjutnya.

“Dia sedang berlatih di luar secara terpisah dan didampingi oleh staf fisioterapis saat ini dan kami berharap dia bisa kembali secepat mungkin.

“Kami harus bersabar dengannya karena kami tidak ingin membuatnya terburu-buru, tapi kami berharap dia kembali minggu depan.”

Sumber: Chelsea

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Sudah Menelan Dua Kekalahan, Kepala AC Milan Masih Tetap Tegak

Potatoqq – AC Milan baru menelan dua kekalahan di ajang Serie A musim 2020/21. Yang terbaru didapatkan pada Minggu (24/1/2021) dinihari tadi, di mana klub berjuluk Rossoneri tersebut kalah saat menghadapi Atalanta di San Siro.

Tidak tanggung-tanggung, Milan yang bertindak sebagai tuan rumah tumbang dengan skor telak 0-3. Ketiga gol yang dicetak Atalanta sendiri tercipta berkat aksi Cristian Romero, Josip Ilicic, dan Duvan Zapata.

Untungnya kekalahan ini tidak membuat Milan tergeser dari puncak klasemen sementara Serie A. Sebab rival terdekatnya, Inter Milan, gagal menuai kemenangan saat bertemu Udinese di hari yang sama.

Kendati demikian, Milan tidak bisa mengelak dari fakta kalau mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dari 11 laga terakhir melawan Atalanta. Tentu, ini torehan yang cukup mengkhawatirkan.

Tidak Memalukan

Ini adalah kekalahan kedua Milan pada musim 2020/21. Pada bulan Januari juga, mereka tumbang saat menghadapi sang juara bertahan, Juventus, dengan skor 1-3. Kekalahan itu juga diraih di markasnya sendiri.

Kendati demikian, Stefano Pioli selaku pelatih mengatakan kalau timnya tidak perlu malu dengan dua kekalahan tersebut. Pasalnya, ia menganggap baik Juventus dan Atalanta memiliki skuad yang berkualitas.

“Saya kira kekalahan atas Juventua dan Atalanta tidak perlu dianggap memalukan. Level mereka sangatlah tinggi di setiap posisi, Atalanta lebih superior secara fisik, lebih intens, bisa memenangkan setiap duel dan bola kedua juga,” ujarnya ke Sky Sport Italia usai laga.

“Semuanya terasa ketat saat anda mencapai level ini. Kami akan menganalisis kekalahan ini, mencoba mencari di mana kami bisa berkembang dan fokus ke laga berikutnya,” lanjut mantan pelatih Fiorentina tersebut.

Raih Campione D’Inverno

Berhubung Milan masih ada di puncak pada pekan ke-19, mereka pun berhak memegang status Campione D’Inverno. Banyak yang menganggap status tersebut sebagai pembawa keberuntungan, sebab peraih Campione D’Inverno umumnya bisa mengakhiri musim dengan gelar Scudetto di tangan.

“Kalau itu memberikan keberuntungan, maka itu akan kami sambut dengan baik! Kami tahu apa yang bisa kami perbuat, tahu mana yang harus diperbaiki dan mengerti kemampuan diri sendiri,” pungkasnya.

Milan akan kembali beraksi di ajang Serie A pada hari Sabtu (30/1/2021) mendatang, dengan Bologna sebagai lawannya. Sebelum itu, mereka harus menjalani laga perempat final Coppa Italia dengan Inter Milan sebagai lawannya.

(Football Italia)

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Resmi, Arsenal Daratkan Mat Ryan dari Brighton

Potatoqq – Klub Premier League, Arsenal meresmikan transfer terbaru mereka di musim dingin ini. The Gunners resmi mendapatkan jasa Mat Ryan dari Brighton.

Beredar kabar bahwa Arsenal tengah berburu kiper baru. Mereka butuh pesaing untuk Bernd Leno setelah Runar Runarsson gagal beradaptasi di Inggris.

Sejumlah nama dilaporkan jadi incaran Arsenal. Namun rumor ini sempat meredup di beberapa hari terakhir.

Beberapa saat yang lalu Arsenal resmi mengumumkan bahwa mereka mendatangkan Matt Ryan dari Brighton. “Penjaga gawang asal Australia, Mat Ryan resmi bergabung dengan kami dari Brighton & Hove Albion sebagai pemain pinjaman hingga akhir musim,” bunyi pernyataan resmi Arsenal.

Pemain Berpengalaman

Direktur teknik Arsenal, Edu puas bisa mendatangkan Ryan. Ia menilai pengalaman sang kiper akan sangat dibutuhkan The Gunners.

“Mat adalah penjaga gawang berpengalaman dan ia sudah terbukti di Premier League. Ia juga sudah membela [Timnas] Australia berulang kali.”

“Mat akan memperkuat tim ini dengan pengalaman dan juga pengetahuannya akan bermain di level tertinggi.”

Tidak Sabar

Manajer Arsenal, Mikel Arteta juga menyambut kedatangan sang kiper. Ia tidak sabar menunggu kontribusi Ryan kepada skuat Arsenal di musim ini.

“Kami mengetahui Mat dengan sangat baik melalui penampilannya di Brighton dan kami tahu ia akan menghadirkan banyak kualitas bagi tim kami.”

“Mat juga punya pengalaman yang bagus di Premier League, di mana ia bermain lebih dari 100 kali di liga ini. Jadi kami yakin ia bisa memberikan banyak manfaat bagi kami di dalam maupun di luar lapangan.” ujarnya.

Nomor Punggung

Arsenal juga sudah mengumumkan nomor punggung Ryan.

Ia akan mengenakan nomor punggung 33 di Arsenal.

(Arsenal FC)

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Performa Merosot, Lampard Jelaskan Beda Chelsea Musim Ini dengan Musim Lalu

Potatoqq – Kekalahan dari Leicester City beberapa hari lalu masih belum bisa dilepaskan Chelsea begitu saja. Posisi Frank Lampard kian tidak aman, permainan The Blues pun mengundang tanya.

Rabu (20/1/2021), Chelsa takluk 0-2 dalam kunjungan ke markas Leicester. Pasukan Lampard menunjukkan masalah yang sama, taktik gagal diterapkan, pemain seperti bermain sendiri-sendiri.

Lampard pun mengakui ini setelah pertandingan. Bahkan dia teran-terangan mengkritik pemain yang tidak mengikuti instruksi di lapangan.

Lambat dan lamban

Satu masalah yang paling disorot Lampard dari kekalahan kemarin adalah permainan timnya yang begitu lamban. Chelsea seolah-olah bermain tanpa energi, begitu lesu di lapangan.

Kondisi ini, menurut Lampard, bertolak belakang dengan musim lalu, di mana Chelsea tampil begitu semangat dengan skuad muda.

“Jelas permainan kami lambat dan lamban. Salah satu hal terbaik dari tim kami musim lalu adalah energi kami,” buka Lampard di Football London.

“Dan energi itulah yang berperan penting untuk mengalahkan tim seperti Leeds, mengalahkan Sevilla. Saya merasa bangga punya tim dengan energi demikian.”

Ada banyak alasan

Singkatnya, salah satu tugas terbesar Lampard saat ini adalah melecut kembali semangat timnya. Chelsea terlalu lesu, untuk menjalankan taktik di lapangan, energi dulu, baru taktik.

“Kami harus memperbaikinya di sesi latihan, sebab Anda tidak bisa bermain jika Anda tidak berlari terlebih dahulu,” lanjut Lampard.

“Saya pun tidak mau menjelaskan apa alasan sebenarnya untuk setiap pemain yang gagal menunjukkan energi yang dibutuhkan. Bisa jadi ada banyak alasan,” tutupnya.

Sumber: Football London

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Dipermalukan Burnley di Anfield, Liverpool Harusnya Dapat Hadiah Penalti?

Potatoqq – Liverpool harus menyerah dengan skor 0-1 kala menjamu Burnley di Anfield, Jumat (22/1/2021) dini hari WIB. Namun, Namun, cerita bisa berbeda andai The Reds mendapat hadiah penalti.

Liverpool sejatinya sangat mendominasi laga dengan melepas 27 tembakan. Namun, tak satu pun yang berbuah gol, termasuk peluang emas Divock Origi yang masih digagalkan mistar gawang.

Sebaliknya, Burnley justru sukses mencuri poin penuh berkat gol Ashley Barnes dari titik penalti pada menit ke-83. Sebelumnya, Barnes dilanggar Alisson di kotak terlarang.

Kontroversi Erik Pieters

Ketika laga memasuki menit ke-75 dan skor masih imbang 0-0, terjadi sebuah insiden ketika crossing dari sisi kanan sepertinya mengenai lengan dari bek Burnley, Erik Pieters.

Dalam momen ini, para pemain Liverpool sempat meminta hadiah penalti kepada wasit Mike Dean. Namun, sang wasit memutuskan laga terus berlanjut, dan tak ada peninjauan VAR.

Meski demikian, keputusan Dean kali ini mungkin terbukti sudah tepat karena jika dilihat dari tayangan ulang, bola mengenai badan Pieters.

Kepemimpinan Mike Dean

Jika dilihat dari statistik, sepertinya Mike Dean memang ‘tak bersahabat’ dengan Liverpool. Musim ini Dean sama sekali tak memberikan penalti pada The Reds dalam dua laga yang ia pimpin.

Bahkan, secara keseluruhan Mike Dean tercatat sama sekali belum pernah memberikan hadiah penalti kepada Liverpool selama 21 musim dia berkarier di Premier League.

Catatan ini memang pantas menjadi sorotan karena Mike Dean tercatat sudah memberikan total 174 hadiah penalti bagi tim lain sepanjang kariernya di Premier League.

Sumber: Twitter, Squawka

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Jelang Duel Lawan Burnley, Ada Kabar Bagus dari Liverpool

Potatoqq – Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengungkapkan bahwa Joel Matip sudah latihan lagi secara penuh dan ada kans ia bisa dimankan melawan Burnley.

Sebelumnya, Liverpool berada dalam situasi krisis di lini belakang. Sebab Matip kembali mengalami cedera.

Ia tumbang saat bermain melawan West Brom pada akhir Desember 2020 kemarin. Alhasil Matip tak bisa ikut main di empat laga, termasuk saat melawan Manchester United.

Jurgen Klopp pun cukup dipusingkan dengan absennya Matip. Ia akhirnya sampai terpaksa menarik Jordan Henderson bermain sebagai bek tengah, mendampingi Fabinho.

Matip Latihan Penuh

Kini jelang laga lawan Burnley, Jurgen Klopp menyampaikan kabar apik bagi Liverpool. Ia mengatakan Joel Matip sudah bisa latihan lagi.

Bahkan bek asal Kamerun itu berlatih secara penuh. Ada kemungkinan Matip akan bisa dimainkan saat Liverpool berduel lawan Burnley.

“Jadi, pertama dan terpenting, Joel sedang menjalani pelatihan penuh,” ungkapnya pada situs resmi Liverpool.

“Sekarang kami harus membuat keputusan dan kami akan melihat bagaimana sampai besok. Kemarin ia berlatih dengan normal,” sambung Klopp.

Kondisi Diogo JotaDalam kesempatan tersebut, Jurgen Klopp juga membeberkan soal proses pemulihan cedera Diogo Jota. Dikatakannya, Jota masih belum bisa berlatih lagi dengan skuat Liverpool saat ini.

“Diogo masih beberapa minggu lagi, saya tidak tahu persis berapa lama tapi tidak akan dalam satu atau dua minggu ke depan. Ia butuh waktu, cederanya butuh waktu [untuk disembuhkan],” tegasnya.

Sebelumnya, Jota mengalami cedera lutut saat Liverpool main melawan Midtjylland di Liga Champions. Sempat ada prediksi bahwa pemain Portugal itu bisa absen sekitar dua bulan.

(Liverpoolfc.com)

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Kondisi Lionel Messi Usai Hukuman Kartu Merah? Begini Jawaban Koeman

Potatoqq – Ronald Koeman memastikan bahwa insiden kartu merah Lionel Messi di final Supercopa de Espana kemarin tidak memberikan gangguan lanjutan untuk Barcelona. Segalanya berjalan normal seperti biasa.

Messi menerima kartu merah pertama sepanjang kariernya untuk Barca pada duel kontra Athletic Bilbao (2-3) di partai puncak Piala Super Spanyol, Senin (18/1). Dia kedapatan menjotos pemain lawan pada momen serangan terakhir Barca di menit ke-120.

Pelanggaran itu jelas, Messi layak dihukum. Namun, kartu merah Messi kali ini dapat dipahami karena dia tampak begitu frustrasi sepanjang laga, terlalu sering dilanggar lawan pada momen-momen penting.

Messi akhirnya dijatuhi hukuman larangan bermain pada dua pertandingan berikutnya, lawan Cornella (22/1) dan Elche (24/1). Lalu bagaimana kondisi Messi terkini?

Tidak ada masalah

Kartu merah itu jelas jadi pukulan besar untuk Barca dan Messi, terlebih mereka gagal juara. Namun, Koeman menjamin tidak ada masalah lanjutan di ruang ganti, segalanya berjalan baik.

“Leo telah berlatih sangat keras. Saya tidak melihat adanya hal-hal yang tidak biasa dari dia,” kata Koeman kepada Marca.

“Semua orang sedih dengan hasil akhir di partai final kemarin, tapi kami terus melaju. Kami sedang dalam proses mengembangkan banyak hal.”

“Pertandingan itu … setidaknya kami harus berkembang. Leo sangat terlibat dengan tim sekarang,” imbuhnya.

Pembelian pemain

Koeman pun bicara soal pergerakan transfer Barca di bulan Januari ini. Dia mengaku sudah mengajukan beberapa nama, tapi dia pun memahami bahwa kondisi klub sedang sulit untuk membeli pemain.

“Saya selalu berkata bahwa bukan tugas saya mempertimbangkan masalah ekonomi dari transfer pemain,” sambung Koeman.

“Jika klub merasa pembelian tidak mungkin dilakukan, jadilah demikian dan kami akan terus bergerak dengan apa yang ada,” tutupnya.

Sumber: Marca

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Sedikit Lagi, Mandzukic Segera Merapat ke AC Milan

Potatoqq – Penyerang asal Kroasia Mario Mandzukic dikabarkan akan segera merapat ke AC Milan usai menerima tawaran kontrak dari manajemen Rossoneri.

Seperti yang diketahui, Milan terus mencari amunisi sejak beberapa musim terakhir. Dan musim ini mereka sebenarnya sudah memiliki skuat yang solid.

Akan tetapi Stefano Pioli merasa bahwa tim ini masih bisa menjadi lebih baik lagi dengan beberapa tambahan amunisi yang tepat. Beberapa pemain di sejumlah posisi pun diburu oleh Rossoneri.

Di antaranya di lini serang. Pada akhirnya perburuan Milan mengarah pada penyerang gaek, Mario Mandzukic.

Milan dan Mandzkic Sudah Sepakat

Wajar saja jika radar AC Milan mengarah ke Mario Mandzukic. Sebab sekarang ini ia berstatus free agent usai berpisah dengan klub Al-Duhail.

Kini AC Milan dan Mandzukic dikabarkan sudah menemui kesepakatan. Pemain 34 tahun itu pun akan segera merapat ke AC Milan.

Kabar tersebut dilansir oleh MilanNews dan Calciomercato. Kabarnya Mandzukic akan meneken kontrak dengan durasi 18 bulan di Milan.

Ia akan meneken kontrak tersebut pada hari Selasa (19/01/2021) nanti. Namun sebelum itu ada satu hal yang masih perlu didiskusikan oleh Milan dan Mandzukic.

Mereka perlu memutuskan apakah Mandzukic akan menerima kontrak enam bulan dengan opsi perpanjangan satu tahun atau ia akan langsung meneken kontrak dengan durasi 18 bulan.

Jejak Mandzukic di Italia

AC Milan membuat keputusan yang cukup bagus dengan merekrut Mario Mandzukic. Sebab meski sudah gaek, ia adalah pemain berpengalaman yang sukses di Italia.

Sebelumnya Mandzukic pernah bermain di Juventus. ia membela Bianconeri dari tahun 2015 hingga 2019.

Di Juventus, Mandzukic membantu Juventus meraih total delapan gelar juara. empat di antaranya gelar Scudetto.

Mario Mandzukic sendiri sebelumnya dikabarkan menolak beberapa tawaran dari klub lain untuk menerima tawaran dari AC Milan. Di antaranya klub Premier League, Newcastle.

(MilanNews/Calciomercato)

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Saran untuk Pemain Termahal Arsenal: Jangan Malas, Nanti Dicadangkan

Potatoqq – Kesulitan Nicolas Pepe di Arsenal pun ikut dirasakan oleh mantan rekan setimnya, Loic Remy. Sebagai rekan, Remy menyarankan Pepe untuk terus bekerja keras dari hari ke hari, tidak ada waktu bermalas-malasan.

Remy dan Pepe pernah bermain bersama di Lille selama satu musim, sebelum akhirnya Pepe hengkang ke Arsenal pada musim panas 2019 lalu. Karena itulah Remy memahami betul potensi Pepe.

Sayangnya sampai sekarang Pepe belum juga memenuhi ekspektasi. Performanya masih angin-anginan, bahkan cenderung di bawah harapan, kritik pun menyerang.

Tidak ada hari malas

Remy meyakini Pepe sekarang sudah sangat memahami perbedaan membela Arsenal dengan saat masih di Lille. Arsenal merupakan salah satu raksasa Inggris, klub besar dengan sejarah besar.

“Dia pernah tampil impresif di Lille dan saat itu dia adalah pemain terbaik dalam tim mereka. Lalu, ketika dia perlu mengambil langkah berikutnya, ekspektasinya sangat tinggi,” kata Remy kepada Goal.

“Dia tidak boleh satu hari saja sampai terlambat atau bermalas-malasan. Intensitas di klub besar memang seperti itu.”

Mudah digusur

Lebih lanjut, Pepe pun tidak bisa bersantai-santai seperti saat masih di Lille. Tidak ada jaminan dia bakal terus jadi starter di Arsenal, main buruk berarti turun ke bangku cadangan.

“Anda tidak bisa mengeluh dan tidak banyak waktu untuk beradaptasi. Anda tidak akan selamat dengan kesalahan-kesalahan seperti saat membela klub yang lebih kecil.”

“Akan selalu ada pemain di bangku cadangan yang siap mengambil tempat Anda. Mereka akan berlatih keras untuk menggantikan Anda, itulah perbedaan besar antara klub besar dan klub kecil.”

Kesulitan tim

Meski begitu, Remy meyakini Pepe tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Arsenal sebagai tim pun kesulitan sejak awal musim, wajar jika Pepe pun tidak bisa menunjukkan performa terbaiknya.

“Soal Pepe, seluruh tim menghadapi musim sulit. Arsenal tetaplah Arsenal, jadi saya kira mereka akan kembali meraih hasil apik meski tidak ada laga mudah di Premier League,” tandas Remy.

Sumber: Goal

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Manchester United Intip Peluang Dapatkan Paulo Dybala

Potatoqq – Saga transfer Paulo Dybala memasuki babak baru. Striker Juventus itu diberitakan masuk dalam radar transfer Manchester United.

Dybala merupakan salah satu pemain kunci Juventus. Striker asal Argentina itu menjadi pemain yang menjadi mesin gol Juventus dalam lima tahun terakhir.

Striker 27 tahun itu saat ini memasuki 18 bulan terakhir kontraknya di Juventus. Pihak Juventus diberitakan sudah menawarkan kontrak baru kepada sang striker, namun ia masih enggan meneken kontrak baru.

Tuttosport mengklaim bahwa situasi Dybala ini dipantau Manchester United. Pihak Setan Merah dilaporkan tertarik untuk memboyong sang striker.

Simak situasi transfer Dybala di bawah ini.

Incaran Lama

Menurut laporan tersebut, Manchester United sudah cukup lama meminati Dybala.

Sang striker masuk dalam radar transfer MU di tahun 2019. MU sempat mencoba memboyong sang striker, namun karena satu dan dua hal transfer itu batal terlaksana.

MU diberitakan masih membutuhkan striker baru, sehingga mereka tertarik merekrut sang striker.

Harga Mahal

Menurut gosip yang beredar, Juventus mematok mahar transfer yang tinggi untuk Dybala.Menurut laporan itu, MU harus menebus sang striker di angka 100 juta Euro di musim panas nanti.

Juventus menilai bahwa sang striker layak dihargai mahal karena kontribusinya yang besar dan juga usianya yang masih muda.

MU kemungkinan besar menolak harga ini karena mereka menilai harga itu terlalu mahal.

Buka Opsi Barter

Menurut laporan tersebut, Juventus membuka opsi untuk barter pemain.

Mereka siap menukarkan Dybala dengan Paul Pogba.

(Tuttosport)

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif